Slow Village dapat menjadi rumah kedua kamu bersama keluarga, kerabat atau teman-teman dekat, menjalani hidup penuh makna dan tumbuh berdampingan (co-living).
Slow Village adalah hutan pangan (food forest) yang terintegrasi dengan kebun komunitas yang dikelola secara bersama. Slow Village dapat menjadi rumah kedua kamu bersama keluarga, kerabat atau teman-teman dekat, menjalani hidup penuh makna dan tumbuh berdampingan (co-living).
Slow Village berlokasi di Jasinga, Bogor Barat, Jawa Barat. Sekitar 30 menit dari kota Podomoro Tenjo. Atau dapat ditempuh dengan 1,5 jam dari BSD dan 2 Jam dari Jakarta. Tidak lebih lama dari waktu yang biasa habis di jalan.
Saat ini tumbuh berbagai pepohonan buah yang existing di lokasi seperti: manggis, cempedak, kelapa, duku dan sebagainya, Slow Village akan menyediakan area hutan kecil yang rimbun ditanami berbagai tanaman konsumsi maupun herbal. Durian premium, alpukat, nangka, sukun, kopi, berbagai tanaman langka dan tanaman rempah seperti: pala, cengkeh, lada, dan sebagainya.
Kebun sayuran organik adalah ruang hidup yang tumbuh dengan kesadaran, dimana tanah dirawat tanpa bahan kimia dan setiap tanaman diberi waktu untuk berkembang secara alami. Di dalamnya, proses menanam bukan sekadar menghasilkan pangan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat antara manusia dan alam, menghargai musim, menjaga keseimbangan ekosistem dan merawat keberlanjutan.
Hunian mikro seperti cabin, cottage, ruang tinggal yang cukup. Bisa dimiliki dan disewakan. Dilengkapi area glamping, cafe kecil dengan konsep from farm to table.
Slow Village menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seru seperti: World Music, Art & Poetry Day, Food Foraging, Do Nothing Day, dan sebagainya.
Tempat belajar yang tidak kaku.
Tentang berkebun.
Tentang lingkungan.
Tentang hidup yang lebih sadar.
Slow Village bukan sekadar tempat. Ini adalah ruang yang bisa kamu miliki, kamu gunakan, dan kamu jalani bersama orang-orang terdekat, untuk tinggal, atau sekadar menepi sejenak.
Tempat untuk mulai hidup lebih pelan—tanpa harus kehilangan koneksi dengan dunia luar.
Ketika kamu mulai berpikir tentang hidup yang lebih tenang dan berkelanjutan, Slow Village bisa jadi langkah awal yang masuk akal dan pilihan yang bisa mulai kamu ambil dari sekarang.
Slow Village mengundang Anda untuk menjadi bagian dari 17 orang pertama yang membangun kawasan food forest dan kebun organik mandiri. Di atas lahan total ±14.000 m², kami menerapkan standar hidup berkualitas dengan rasio 1:4—artinya, setiap jengkal hunian mikro Anda akan dikelilingi oleh area hutan pangan yang luas dan asri.
Saat ini tersedia 17 unit terbatas dengan luas 250 m² per kavling. Setiap lahan sudah dilengkapi dengan aset produktif: pilih antara 2-4 bibit durian premium (Musang King & Duri Hitam) atau 4-6 bibit alpukat unggul (SAB-034 & TA-21), lengkap dengan 3 raised bed siap tanam.
Wujudkan cabin atau cottage impian Anda di sini. Kami siap menjadi partner diskusi untuk merancang hunian berbahan natural yang selaras dengan alam, selera, dan rencana anggaran Anda.